Kami Bersama Dalil Dimanapun Ia Berada Tidak Fanatik Kepada Figur Tertentu Hanya Berpihak Kepada Al Haq

SYARAT-SYARAT SAH WUDHU

Abu Khuzaimah Al Andunisi

SYARAT-SYARAT SAH WUDHU

SYARAT-SYARAT SAHNYA WUDHU sebagai berikut
1. ISLAM, BERAKAL, DAN TAMYIZ
Maka wudhu tidak sah dari orang kafir, gila, dan anak kecil yang belum mencapai usia tamyiz.

2. NIAT
Berdasarkan hadits:
ุฅู†ู…ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุงุช
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat." (HR. Muttafaqun 'alaihi)
Dan niat ini tidak disyaratkan untuk dilafazhkan (diucapkan), karena tidak ada dalil yang shahih tentang melafadzkan niat. (Tempat niat di dalam hati, pen.)

3. DENGAN MENGGUNAKAN AIR YANG SUCI DAN MENYUCIKAN
Menggunakan air suci, sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan tentang air. Tidak sah wudhu dengan air najis.

4. MENGHILANGKAN APA SAJA YANG MENGHALANGI AIR SAMPAI KE KULIT
Menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti lilin, adonan kue, cat kuku yang dikenal di kalangan wanita sekarang ini.
seperti cat kuku yang banyak dikenal di antara kaum wanita di masa kini

5. ISTIJMAR atau ISTINJA`
Melakukan istijmad dan istinja etika ada sebabnya, berdasarkan keterangan yang telah lalu.

6. MUWALAH
Melakukan wudhu secara berturut-turut (tanpa ada jeda)

7. TERTIB (BERURUTAN)
Melakakukan wudhu secara urut (sebagaimana dalam Al Qur'an dan Hadits pen.)

8. MEMBASUH SEMUA ANGGOTA YANG WAJIB DIBASUH

KAJIAN KITAB
AL FIQHUL MUYASSAR

TERGANTUNG AYAH

Abu Khuzaimah Al Andunisi

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan,

๏บ๏ป›๏บœ๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปญ๏ปป๏บฉ ๏บ‡๏ปง๏ปค๏บŽ ๏บŸ๏บŽ๏บ€ ๏ป“๏บด๏บŽ๏บฉ๏ปซ๏ปข ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป—๏บ’๏ปž ๏บ๏ปต๏บ‘๏บŽ๏บ€, ๏ปญ๏บ‡๏ปซ๏ปค๏บŽ๏ปŸ๏ปฌ๏ปข, ๏ปญ ๏บ—๏บฎ๏ป™ ๏บ—๏ปŒ๏ป ๏ปด๏ปค๏ปฌ๏ปข ๏ป“๏บฎ๏บ๏บ‹๏บพ ๏บ๏ปŸ๏บช๏ปณ๏ปฆ ๏ปญ๏บณ๏ปจ๏ปจ๏ปช, ๏ป“๏ป€๏บŽ๏ป‹๏ปฎ๏ปซ๏ปข ๏บป๏ป๏บŽ๏บญ๏บ

“Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena orangtua mereka, mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.” [Tuhfatul Maulud hal. 387]



Kalau kita renungi kalimat diatas, bahwa sejatinya adalah betul, orang tua-lah yang mewarnai pendidikan dan akhlaq seorang anak. Anak adalah didikan wajah orang tua, Mau menjadi seperti apa anak kita, kitalah yang membentuknya mulai dari rumah.

PEMBATAL-PEMBATAL WUDHU

Abu Khuzaimah Al Andunisi
 PEMBATAL-PEMBATAL WUDHU

Pembatal-pembatal wudhu adalah hal-hal yang membatalkan wudhu dan merusaknya. Pembatal wudhu ada enam:

1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan.

Yakni jalan keluar:

a). Air seni

b). Tinja

Dan yang keluar ini bisa berupa air seni, tinja, mani, madzi, darah istihadhah, angin sedikit atau banyak.

Dalilnya adalah firman Allah ta'ala,

ุฃَูˆْ ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِّู†ูƒُู… ู…ِّู†َ ุงู„ْุบَุงุฆِุทِ

"Atau salah seorang dari kalian kembali dari tempat buang air." (QS. Al-Maidah: 6)

Dan sabda Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ู„ุง ูŠู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ุงุฉ ุฃุญุฏูƒู… ุฅุฐุง ุฃุญุฏุซ ุญุชู‰ ูŠุชูˆุถุฃ

"Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian apabila dia berhadats sampai dia berwudhu."

Hadits ini telah disebutkan sebelumnya.

Dan sabda Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ูˆู„ูƒู† ู…ู† ุบุงุฆุท ูˆุจูˆู„ ูˆู†ูˆู…

"Akan tetapi karena buang air besar, kencing, dan tidur." (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dan At-Tirmidzi)

Dan sabda Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… tentang orang yang ragu, apakah keluar angin atau tidak,

ูู„ุง ูŠู†ุตุฑู ุญุชู‰ ูŠุณู…ุน ุตูˆุชุง ุฃูˆ ูŠุฌุฏ ุฑูŠุญุง

"Maka jangan berpaling (membatalkan shalat) sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentut)."(HR. Muttafaqun 'alaih)


2. KELUARNYA NAJIS DARI BAGIAN TUBUH YANG LAIN.

Jika yang keluar adalah kencing atau tinja, maka ini membatalkan wudhu secara mutlak, karena keduanya termasuk dalam dalil-dalil di atas. 

Jika yang keluar selain dari keduanya, seperti darah, dan muntah, dan yang keluar itu KOTOR MENJIJIKAN dan BANYAK, maka yang lebih UTAMA adalah berwudhu karenanya, demi mengamalkan kehati-hatian.

Jika SEDIKIT, maka tidak perlu berwudhu berdasarkan kesepakatan ulama.


3. HILANG AKAL ATAU TERTUTUP AKAL KARENA PINGSAN ATAU TIDUR

Berdasarkan sabda Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ูˆู„ูƒู† ู…ู† ุบุงุฆุท ูˆุจูˆู„ ูˆู†ูˆู…

"Akan tetapi karena buang air besar, kencing, dan tidur."

Dan sabda beliau ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ุงู„ุนูŠู† ูˆูƒุงุน ุงู„ุณู‡، ูู…ู† ู†ุงู… ูู„ูŠุชูˆุถุฃ

"Mata adalah pengikat dubur, maka barang siapa tidur, hendaklah dia berwudhu." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Adapun gila, pingsan, mabuk, dan semisalnya, maka ia membatalkan wudhu sesuai kesepakatan ijma.

Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur NYENYAK/PULAS, di mana orang yang tidur tidak mengetahui sama sekali bagaimana posisi tidurnya.

Adapun tidur ringan (tidak nyenyak) maka ini TIDAK membatalkan wudhu, sebab para sahabat ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… juga tertimpa kantuk ketika mereka menunggu shalat, lalu mereka berdiri shalat tanpa berwudhu. (HR. Shahih Muslim).

4. MENYENTUH KEMALUAN MANUSIA TANPA PENGHALANG

Dalilnya adalah hadits Busrah bintu Shafwan ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ bahwasanya Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… bersabda,

ู…ู† ู…ุณ ูุฑุฌู‡ ูู„ูŠุชูˆุถุฃ

"Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah berwudhu"


5. MAKAN DAGING UNTA

Dalilnya adalah hadits Jabir bin Samurah bahwasanya ada orang yang bertanya kepada Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging kambing? Beliau menjawab,

ุฅู† ุดุฆุช ุชูˆุถุฃ، ูˆ ุฅู† ุดุฆุช ู„ุง ุชุชูˆุถุฃ

"Jika kamu mau, berwudhulah. Jika kamu mau pula, tidak perlu berwudhu lagi".

Ia bertanya lagi, "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta? Beliau menjawab,

ู†ุนู…، ุชูˆุถุฃ ู…ู† ู„ุญูˆู… ุงู„ุฅุจู„

"Ya, Berwudhulah karena makan daging unta


6. MURTAD

Dalilnya adalah firman Allah ุชุนุงู„ู‰،

ูˆ ู…ู† ูŠูƒูุฑ ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูู‚ุฏ ุญุจุท ุนู…ู„ู‡

"Barang siapa kafir sesudah beriman, hapuslah amalannya"

Segala sesuatu yang menyebabkan mandi juga mengharuskan wudhu kecuali kematian.




KAJIAN KITAB

AL-FIQHU AL-MUYASSAR

KAJIAN KABUPATEN KUNINGAN

Abu Khuzaimah Al Andunisi


 KAJIAN ISLAM ILMIYAH KAB. KUNINGAN JAWA BARAT

TEMA           : KAJIAN KITAB ADAB-ADAB BERJALAN MENUJU SHALAT

PEMBICARA : USTADZ ABU KHUZAIMAH ZULFIKAR hafidzahullah

WAKTU        : IN SYA ALLAH HARI AHAD PEKAN KE 2

TEMPAT       : MASJID AL IKHLAS PERUM BUNGA LESTARI KUNINGAN

ISTIRAHAT YANG SESUNGGUHNYA

Abu Khuzaimah Al Andunisi

ุณุฆู€ู„ ุงู„ุฅู…ู€ุงู… ุฃุญู€ู…ุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰:-《 ู…ุชู‰ ุงู„ู€ุฑุงุญู€ุฉ ؟ 
ู‚ู€ุงู„:ุนู†ู€ุฏ ุฃูˆّู„ ู‚ู€ุฏู… ุฃุถุนู‡ู€ุง ููŠ ุงู„ู€ุฌู†ุฉ》
ุทุจู‚ุงุช ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ (ูขูฉูก/ูก).

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: “Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab: “(istirahat yg sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.
Thabaqat al-Hanabilah (1/291)

SAUDARA DAN TEMAN SEJATI

Abu Khuzaimah Al Andunisi
ู‚ุงู„ ูŠุญูŠู‰ ุจู† ู…ุนุงุฐ : ุฃุฎูˆูƒ ู…ู† ุนุฑููƒ ุงู„ุนูŠูˆุจ، ูˆุตุฏูŠู‚ูƒ ู…ู† ุญุฐุฑูƒ ู…ู† ุงู„ุฐู†ูˆุจ

KEMULIAAN ITU HANYA DENGAN MENGIKUTI KEBENARAN DAN MENGAMALKANNYA

Abu Khuzaimah Al Andunisi
Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah _rahimahullah_ berkata:

ุงู„ุฑูุนุฉ ู„ุง ุชูƒูˆู† ุจู…ุฌุฑุฏ ุงู„ุนู„ู…، ุจู„ ุจุงุชุจุงุน ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุนู…ู„ ุจู‡.

Kemuliaan tidak akan diraih hanya dengan ilmu saja, tetapi dengan mengikuti kebenaran dan mengamalkannya."

๐Ÿ“š I'lamul Muwaqqi'in, jilid 1 hlm 167.

Abu ishaq as Sabii'i menangis

Abu Khuzaimah Al Andunisi
Suatu hari Abu ishaq as Sabii'i menangis.
Lalu dikatakan kepadanya: "apa yang membuat anda menangis?"
Ia berkata: "telah pergi kekuatanku, dan telah pergi sholat dariku. Aku tidak sanggup lagi untuk sholat sambil berdiri kecuali hanya (sebatas bisa) membaca al Baqarah dan Ali Imran saja." 

๏บ‘๏ปœ๏ฏฝ ๏บƒ๏บ‘๏ปฎ ๏บ‡๏บณ๏บค๏บŽ๏ป• ๏บ๏ปŸ๏บด๏บ’๏ปด๏ปŒ๏ปฒ ๏ป“๏ป˜๏ปด๏ปž ๏ปŸ๏ปช : ๏ปฃ๏บŽ ๏ปณ๏บ’๏ปœ๏ปด๏ปš؟ ๏ป—๏บŽ๏ป : " ๏บซ๏ปซ๏บ’๏บ– ๏ป—๏ปฎ๏บ—๏ปฒ ๏ปญ๏บซ๏ปซ๏บ’๏บ– ๏บ๏ปŸ๏บผ๏ปผ๏บ“ ๏ปฃ๏ปจ๏ปฒ ๏ปฃ๏บŽ๏บƒ๏บณ๏บ˜๏ป„๏ปด๏ปŠ ๏บƒ๏ปฅ ๏บƒ๏บป๏ป ๏ปฒ ๏ป—๏บŽ๏บ‹๏ปค๏บŽ ๏บ‡๏ปป ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏บ’๏ป˜๏บฎ๏บ“ ๏ปญ๏บ๏ป ๏ป‹๏ปค๏บฎ๏บ๏ปฅ ". [ ๏บ๏ปŸ๏บœ๏ป˜๏บŽ๏บ• ๏ปป๏บ‘๏ปฆ ๏บฃ๏บ’๏บŽ๏ปฅ (76/8) ]

๐ŸŒ Sumber: Ats-Tsiqot li Ibni Hibban (8/76)

PENCINTA DUNIA

Abu Khuzaimah Al Andunisi
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

ู…ُุญِุจُّ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู„َุง ูŠَู†ْูَูƒُّ ู…ِู†ْ ุซَู„َุงุซٍ : ู‡َู…ٌّ ู„َุงุฒِู…ٌ ، ูˆَุชَุนَุจٌ ุฏَุงุฆِู…ٌ ، ูˆَุญَุณْุฑَุฉٌ ู„َุง ุชَู†ْู‚َุถِู‰.

 Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal : kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus; kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan; dan penyesalan yang tidak pernah berhenti.
(Ighรขtsatul Lahafรขn, I/87)

PENGIKUT HAWA NAFSU

Abu Khuzaimah Al Andunisi
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata:

ุฃَู„َุง ุชَุฑَู‰ ุฃَู†َّ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠُุนَุธِّู…ُ ู†َูْุณَู‡ُ ุจِุงู„ْุจَุงุทِู„ِ ูŠُุฑِูŠْุฏُ ุฃَู†ْ ูŠَู†ْุตُุฑَ ูƒُู„َّ ู…َุง ู‚َุงู„َู‡ُ ูˆَู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุฎَุทَุฃً.

“Tidak engkau perhatikan bahwa orang yang memuliakan dirinya sendiri walaupun dengan kebathilan, dia ingin membela semua yang dia katakan walaupun salah.”

Majmuu’ul Fataawaa (X/292).

CARA MEMURNIKAN NIAT DALAM MENCARI ILMU

Abu Khuzaimah Al Andunisi

CARA MEMURNIKAN NIAT DALAM MENCARI ILMU

CARA MEMURNIKAN NIAT DALAM MENCARI
ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุตุงู„ุญ ุงู„ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุฃูˆู„: ุฃู† ุชู†ูˆูŠ ุจุฐู„ูƒ ุงู…ุชุซุงู„ ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ู„ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃู…ุฑ ุจุฐู„ูƒ ู‚ุงู„ (ูุงุนู„ู… ุฃู†ู‡ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุณุชุบูุฑ ู„ุฐู†ุจูƒ)
ูˆุญุซ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ุนู„ู…، ูˆุงู„ุญุซ ุนู„ู‰ ุงู„ุดูŠุก ูŠุณู„ุชุฒู… ู…ุญุจุชู‡ ูˆุงู„ุฑุถุง ุจู‡ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ุจู‡.
ุซุงู†ูŠًุง: ุฃู† ุชู†ูˆูŠ ุจุฐู„ูƒ ุญูุธ ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ู„ุฃู† ุญูุธ ุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ูŠูƒูˆู† ุจุงู„ุชุนู„ู…، ูˆุงู„ุญูุธ ุจุงู„ุตุฏูˆุฑ ูˆูŠูƒูˆู† ูƒุฐู„ูƒ ุจุงู„ูƒุชุงุจุฉ ูƒุชุงุจุฉ ุงู„ูƒุชุจ.
ูˆุงู„ุซุงู„ุซ: ุชู†ูˆูŠ ุจุฐู„ูƒ ุญู…ุงูŠุฉ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ูˆุงู„ุฏูุงุน ุนู†ู‡ุง ู„ุฃู†ู‡ ู„ูˆู„ุง ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ุง ุญู…ูŠุช ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ ูˆู„ุง ุฏุงูุน ุนู†ู‡ุง ุฃุญุฏ، ูˆู„ู‡ุฐุง ู†ุฌุฏ ู…ุซู„ุง ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุงุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ ูˆุบูŠุฑู‡ู… ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุฐูŠู† ุชุตุฏَّูˆุง ู„ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ูˆุจูŠَّู†ูˆุง ุจุทู„ุงู† ุจุฏุนู‡ู… ู†ุฑู‰ ุฃู†ู‡ู… ุญุตู„ูˆุง ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑ ูƒุซูŠุฑ.
ูˆุงู„ุฑุงุจุน: ุฃู† ุชู†ูˆูŠ ุจุฐู„ูƒ ุงุชุจุงุน ุดุฑูŠุนุฉ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุฃู†ูƒ ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ุชุชุจุน ุดุฑูŠุนุชู‡ ุญุชู‰ ุชุนู„ู… ู‡ุฐู‡ ุงู„ุดุฑูŠุนุฉ.
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata :
๐Ÿ“— Pertama : kamu meniatkannya sebagai bentuk penunaian perintah Allah, karena Allah -Subhanahu wa ta’ala- memerintahkan hal itu.
“Ketauhilah bahwasannya tiada Ilah kecuali Allah, dan mohonlah ampun astas dosa-dosamu.”
Allah telah menganjurkan untuk mencari ilmu, dan jika Allah menganjurkan terhadap sesuatu, maka sesuatu itu pasti dicintai dan diridhai serta diperintahkan-Nya.
๐Ÿ“— Kedua : kamu niatkan untuk menjaga syariat Allah, karena menjaga syariat Allah akan terlaksana dengan mempelajarinya, menghafalnya di dalam hati, demikian pula dengan menulis buku-buku mengenainya.
๐Ÿ“— Ketiga : kamu niatkan untuk membela syariat. Karena, jika tidak ada kelompok ulama, niscaya syariat tidak akan terjaga dan tidak memiliki pembela. Karena itulah, kita bisa melihat Ibnu Taimiyyah dan ulama-ulama lain mereka memperoleh kedudukan yang mulia, karena mereka gigih berperang melwan ahli bid’ah dan menjelaskan kebatilan-kebatilan mereka.
๐Ÿ“— Keempat : kamu niatkan untuk mengikuti syariat Nabi Muhammad -Shalallahu’alaihi wa sallam- karena kamu tidak mungkin mengikuti syariatnya tanpa mengetahui syariat ini.
๐Ÿ“š Al-Allamah Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, Syarah Hilyah Thalibil Ilmi

KEADAAN SEORANG MUKMIN YANG SEBENARNYA

Abu Khuzaimah Al Andunisi

KEADAAN SEORANG MUKMIN YANG SEBENARNYA

Al-Hasan al-Bashry rahimahullahu Ta’ala berkata :
ุฅู†ّ ุงู„ู…ู€ุคู…ู€ู† ูŠُุตุจู€ุญ ุญู€ุฒูŠู†ู€ุงً ูˆูŠู…ุณูŠ ุญู€ุฒูŠู†ู€ุงً، ูˆู„ุงูŠุณุนู€ู‡ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ، ู„ุฃู†ู€ู‡ ุจูŠู† ู…ุฎุงูุชูŠู† : ุจูŠู† ุฐู†ุจٍ ู‚ุฏ ู…ุถู‰ ู„ุงูŠุฏุฑูŠ ู…ุง ุงู„ู„ู‡ ูŠุตู†ุน ููŠู‡ ،ูˆุจูŠู† ุฃุฌู„ٍ ู‚ุฏ ุจู‚ูŠ ู„ุงูŠุฏุฑูŠ ู…ุงูŠุตูŠุจู‡ ููŠู€ู‡ ู…ู† ุงู„ู…ู‡ุงู„ูƒ
Sesungguhnya seorang mukmin di pagi maupun petang hari selalu dalam kondisi sedih dan itu tidak mungkin terelakkan, karena dia berada di antara dua kekhawatiran :
๐Ÿ“Ž Berbagai dosa masa lalu yang ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat dengan dosa-dosa itu.
๐Ÿ“Ž Ajalnya yang menanti sementara ia tidak tahu kebinasaan apa yang akan menimpanya saat ajal tiba.
Al-Hilyah 2/132

AGAMA TIDAK BERDASARKAN AKAL ATAU PERASAAN

Abu Khuzaimah Al Andunisi

AGAMA TIDAK BERDASARKAN AKAL ATAU PERASAAN


AGAMA TIDAK BERDASARKAN AKAL ATAU PERASAAN
✍๐Ÿผ Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rahimahullah berkata:
ุงู„ุฏูŠู† ู„ูŠุณ ุจุงู„ุนู‚ู„ ูˆู„ุง ุจุงู„ุนุงุทูุฉ، ุฅู†ู…ุง ุจุฅุชุจุงุน ุฃุญูƒุงู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆุฃุญูƒุงู… ุฑุณูˆู„ู‡ ููŠ ุณู†ุชู‡ ูˆููŠ ุญุฏูŠุซู‡.
“Agama tidak berdasarkan akal dan tidak pula berdasarkan perasaan, tetapi hanya dengan mengikuti hukum-hukum Allah dalam kitab-Nya dan hukum-hukum Rasul-Nya dalam sunnah dan hadits beliau.”
๐Ÿ“ผ Silsilah al-Huda wan Nur, no. 520

BAHAYA FANATIK BUTA

Abu Khuzaimah Al Andunisi

ู‚ุงู„ ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุจู† ุชูŠู…ูŠุฉ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
” ูู…َู† ุชุนุตَّุจ ู„ุฃู‡ู„ ุจَู„ุฏุชِู‡ ، ุฃูˆ ู…َุฐู‡ุจู‡ ، ุฃูˆ ุทุฑูŠู‚ุชِู‡ ، ุฃูˆ ู‚ุฑุงุจุชِู‡ ، ุฃูˆ
ู„ุฃุตุฏู‚ุงุฆِู‡ ุฏูˆู† ุบูŠุฑِู‡ู… ، ูƒุงู†ุช ููŠู‡ ุดุนุจุฉٌ ู…ู† ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ”.
(ู…ุฌู…ูˆุน ุงู„ูุชุงูˆู‰ (ูคูขูข/ูขูจ))
Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
Barangsiapa fanatik kepada penduduk negerinya atau madzhabnya atau metodenya atau kerabatnya atau kepada teman-temannya selain mereka, maka padanya terdapat salah satu cabang jahiliah.
Majmu’al-fatawa (28/422)

HILANGNYA BARAKAH

Abu Khuzaimah Al Andunisi
DIANTARA SEBAB YANG DAPAT MENGHILANGKAN KEBERKAHAN
1.  BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู…ุง ุฃุตุงุจูƒู… ู…ู† ู…ุตูŠุจุฉ ูุจู…ุง ูƒุณุจุช ุฃูŠุฏูŠูƒู… ูˆ ูŠุนููˆ ุนู† ูƒุซูŠุฑ. ุงู„ุดูˆุฑู‰/ูฃู 
Allah ta’ala berfirman :
Dan kemaksiatan apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu. (As Syura : 30)
: ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ☑
ู„ู… ุชุฒู„ ุฃุนู…ุงู„ ุจู†ูŠ ุขุฏู… ูˆ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู… ู„ู„ุฑุณู„ ุชุญุฏุซ ู„ู‡ู… ู…ู† ุงู„ูุณุงุฏ ุงู„ุนุงู… ูˆ ุงู„ุฎุงุต ู…ุง ูŠุฌู„ุจ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุงู„ุขู„ุงู…، ูˆ ุงู„ุฃู…ุฑุงุถ، ูˆ ุงู„ุฃุณู‚ุงู…، ูˆ ุงู„ุทูˆุงุนูŠู†، ูˆ ุงู„ู‚ุญูˆุท، ูˆ ุงู„ุฌุฏูˆุจ، ูˆ ุณู„ุจ ุจุฑูƒุงุช ุงู„ุฃุฑุถ، ูˆ ุซู…ุงุฑู‡ุง، ูˆ ู†ุจุงุชู‡ุง، ูˆ ุณู„ุจ  .ู…ู†ุงูุนู‡ุง، ุฃูˆ ู†ู‚ุตุงู†ู‡ุง ุฃู…ูˆุฑุง ู…ุชุชุงุจุนุฉ ูŠุชู„ูˆ ุจุนุถู‡ุง ุจุนุถุง : ูˆ ู…ู† ุนู‚ูˆุจุงุช ุงู„ู…ุนุงุตูŠ : ุฃู†ู‡ุง ุชู…ุญู‚ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู…ุฑ، ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุฑุฒู‚، ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู„ู…، ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู…ู„، ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุทุงุนุฉ . ูˆ ุจุงู„ุฌู…ู„ุฉ ุฃู†ู‡ุง ุชู…ุญู‚ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุฏูŠู† ูˆ ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูู„ุง ุชุฌุฏ ุฃู‚ู„ ุจุฑูƒุฉ ููŠ ุนู…ุฑู‡  .ูˆ ุฏูŠู†ู‡ ูˆ ุฏู†ูŠุงู‡ ู…ู…ู† ุนุตู‰ ุงู„ู„ู‡ .ูˆ ู…ุง ู…ุญู‚ุช ุงู„ุจุฑูƒุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ ุฅู„ุง ุจู…ุนุงุตูŠ ุงู„ุฎู„ู‚
ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู„ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุฑู‰ ุขู…ู†ูˆุง ูˆ ุงุชู‚ูˆุง ู„ูุชุญู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุจุฑูƒุงุช ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ูˆ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆ ู„ูƒู† ูƒุฐุจูˆุง ูุฃุฎุฐู†ุงู‡ู… ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูƒุณุจูˆู†. ุงู„ุฃุนุฑุงู/
ูฉูง
☑ Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
Perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan oleh bani adam dan tidak patuhnya mereka terhadap para rasul menyebabkan kerusakan yang merata dan spesifik yang akan mendatangkan berbagai macam :
๐Ÿ’ฅ Kesusahan
๐Ÿ’ฅ Penyakit
๐Ÿ’ฅ Rasa sakit
๐Ÿ’ฅ Penyakit tha’un
๐Ÿ’ฅ Musim paceklik yang berkepanjangan
๐Ÿ’ฅ Kantong susu ternak tidak berisi
๐Ÿ’ฅ Dan di angkatnya berbagai keberkahan di bumi, buah-buahannya, pepohonannya, serta dicabut kebaikannya atau dikurangi kemanfaatannya secara bergantian saling mengikiti satu sama lainnya. Diantara akibat dari maksiat yaitu : Bahwa maksiat akan menghilangkan keberkahan pada :
๐Ÿ”ฅ Rizki
๐Ÿ”ฅ Ilmu
๐Ÿ”ฅ Amalan
๐Ÿ”ฅ Ketaatan
Dengan kata lain dicabutnya keperkahan agama dan dunia, sehingga tidak didapati sedikitpun keberkahan pada umurnya, agamanya dan dunianya, dari orang yang bermaksiat kepada Allah.
๐Ÿ’ฌ Tidaklah keberkahan itu dicabut dari bumi melainkan karena sebab berbagai maksiat yang dilakukan oleh manusia yang berdosa.
ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู„ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุฑู‰ ุขู…ู†ูˆุง ูˆ ุงุชู‚ูˆุง ู„ูุชุญู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุจุฑูƒุงุช ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ูˆ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆ ู„ูƒู† ูƒุฐุจูˆุง ูุฃุฎุฐู†ุงู‡ู… ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูƒุณุจูˆู†. ุงู„ุฃุนุฑุงู/ูฉูง
Dan sekiranya penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. ( Al A’araf:96)
๐Ÿ“ Ath Tibu An Nabawi Hlm 275 ( Ath Tibu An Nabawi Hlm 275.)
2. SANGAT RAKUS DAN BERNAFSU TERHADAP DUNIA
ุนู† ุญูƒูŠู… ุจู† ุญุฒุงู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ☑
 ุฅู† ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุงู„ ุญู„ูˆุฉ ุฎุถุฑุฉ، ูู…ู† ุฃุฎุฐู‡ ุจุทูŠุจ ู†ูุณ ุจูˆุฑูƒ ู„ู‡ ููŠู‡  ูˆ ู…ู† ุฃุฎุฐู‡ ุจุฅุดุฑุงู ู†ูุณ ู„ู… ูŠุจุงุฑูƒ ู„ู‡ ููŠู‡، ูˆ ูƒุงู† ูƒุงู„ุฐูŠ ูŠุฃูƒู„ ูˆ ู„ุง ูŠุดุจุน،  .ูˆ ุงู„ูŠุฏ ุงู„ุนู„ูŠุง ุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ูŠุฏ ุงู„ุณูู„ู‰
ุฃุฎุฑุฌู‡ ู…ุณู„ู…/ูกูงูกูง/ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ููŠ ุงู„ูƒุจูŠุฑ/ูขูฃูฉูฃ، ุงุจู† ุญุจุงู†/ูฃูขูขู ، ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ/ูกูคูงูข
☑ Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
๐Ÿ’Ž Sesungguhnya harta ini manis dan hijau, Maka siapa yang mengambilnya dengan hati yang baik, niscaya dia akan mendapat keberkahannya.
๐Ÿ’Ž Namun, siapa yang mengambilnya dengan hati yang penuh serakah, maka dia tidak akan mendapat keberkahannya.
๐Ÿ’Ž Dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang.
๐Ÿ’Ž Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
๐Ÿ“š Diriwayatkan oleh Imam An Nasai fi Al Kabir/2393, Ibnu Hibban/3220, Al Bukhari/1472, Muslim/1717.
ู‚ุงู„ ุงุจู† ุญุฌุฑ: “ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ((ุฎุถุฑุฉ ุญู„ูˆุฉ)) ุดุจู‡ู‡ ู„ู„ุฑุบุจุฉ ููŠู‡ ูˆุงู„ู…ูŠู„ ุฅู„ูŠู‡ ูˆุญุฑุต ุงู„ู†ููˆุณ ุนู„ูŠู‡ ุจุงู„ูุงูƒู‡ุฉ ุงู„ุฎุถุฑุงุก ุงู„ู…ุณุชู„ุฐุฉ  ูุฅู† ุงู„ุฃุฎุถุฑ ู…ุฑุบูˆุจ ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ูุฑุงุฏู‡ ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ูŠุงุจุณ ูˆุงู„ุญู„ูˆ ู…ุฑุบูˆุจ  .ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ูุฑุงุฏู‡ ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ู„ู„ุญุงู…ุถ ูุงู„ุฅุนุฌุงุจ ุจู‡ู…ุง ุฅุฐุง ุงุฌุชู…ุนุง ุฃุดุฏ
☑ Ibnu Hajar Al Atsqolani rahimahullah berkata : Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Hijau nan Manis” yakni : diserupakan dengan HARTA,  karena senang terhadapnya, condong kepadanya dan jiwa sangat menginginkannya, sama halnya terhadap buah-buahan yang hijau nan lezat.
๐Ÿ’Ž Karena sesuatu yang hijau segar itu lebih disenangi daripada yang layu, dan yang manis itu lebih disukai daripada yang kecut.
๐Ÿ’Ž Maka rasa kagum terhadap keduanya (yang hijau dan yang manis) menjadi lebih dahsyat, apabila kedua sifat tersebut terkumpul (pada sesuatu).
 ูˆ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุฌู…ุฑุฉ ููŠ ุญุฏูŠุซ ุญูƒูŠู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ููˆุงุฆุฏ ู…ู†ู‡ุง  ุฃู† ููŠู‡ ุถุฑุจ ุงู„ู…ุซุงู„ ู„ู…ุง ู„ุง ูŠุนู‚ู„ู‡ ุงู„ุณุงู…ุน ู…ู† ุงู„ุฃู…ุซู„ุฉ ู„ุฃู† ุงู„ุบุงู„ุจ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ  .ู„ุง ูŠุนุฑู ุงู„ุจุฑูƒุฉ ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ุดูŠุก ุงู„ูƒุซูŠุฑ ูุจูŠู† ุจุงู„ู…ุซุงู„ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ ุฃู† ุงู„ุจุฑูƒุฉ ู‡ูŠ ุฎู„ู‚ ู…ู† ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุถุฑุจ ู„ู‡ู… ุงู„ู…ุซู„ ุจู…ุง ูŠุนู‡ุฏูˆู†، ูุงู„ุขูƒู„ ุฅู†ู…ุง ูŠุฃูƒู„ ู„ูŠุดุจุน ูุฅุฐุง ุฃูƒู„ ูˆู„ู… ูŠุดุจุน ูƒุงู† ุนู†ุงุก ููŠ ุญู‚ู‡ ุจุบูŠุฑ ูุงุฆุฏุฉ ูˆ ูƒุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุงู„ ู„ูŠุณุช ุงู„ูุงุฆุฏุฉ ููŠ ุนูŠู†ู‡ ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูŠ ู„ู…ุง ูŠุชุญุตู„ ุจู‡ ู…ู† ุงู„ู…ู†ุงูุน .ูุฅุฐุง ูƒุซุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุฑุก ุจุบูŠุฑ ุชุญุตูŠู„ ู…ู†ูุนุฉ ูƒุงู† ูˆุฌูˆุฏู‡ ูƒุงู„ุนุฏู…
☑ Ibnu abi Jamrah rahimahullah berkata tentang hadit Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu : Di dalam hadits terdapat beberapa faidah diantaranya :
⭕ Sesungguhnya didalamnya terdapat beberapa contoh terhadap apa yang tidak difahami oleh pendengar, karena mayoritas manusia tidak mengetahui adanya keberkahan kecuali pada sesuatu yang banyak, maka dijelaskan dengan contoh diatas.
⭕ Sesunggunya keberkahan itu adalah salah satu ciptaan Allah ta’ala. dan contoh yang diberikan kepada mereka adalah contoh yang dapat mereka fahami.
⭕ Orang yang makan sejatinya ketika dia makan tujuannya supaya dia kenyang. Apabila seseorang makan dan tidak pernah merasa kenyang, maka menyusahkan dirinya tanpa adanya kemanfaatan.
⭕ Dan demikian juga harta tidak bisa memberikan kemanfaatan dengan sendirinya. Hanya saja harta akan bermanfaat apabila dipergunakan pada perkara yang akan memberikan manfaat. Maka apabila seseorang memiliki harta yang banyak akan tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, maka adanya (harta) seperti tidak ada.
๐Ÿ“ Fathul Bari Jilid 3 Hal. 336 – 337

๐Ÿ”ธ Goresan Pena Penuntut Ilmu๐Ÿ”ธ
๐Ÿ“ Abu Khuzaimah Al Atsari

HAKIKAT KEHIDUPAN YANG BAIK

Abu Khuzaimah Al Andunisi
HAKIKAT KEHIDUPAN YANG BAIK

๐ŸŽ™ ู‚َู€ู€ุงู„َ ุงู„ุดَّู€ู€ูŠุฎُ ุงู„ุนู„ّุงู…ู€ู€ุฉ
ู…ุญู…ّّุฏ ุจู†ُِ ุตِุงู„ِู€ุญ ุงู„ุนُุซูŠู…ูŠู† ุฑุญِู…ُู‡ ุงู„ู„ู‡ :
ุฅِุนْู€ู€ู„َู… ุฃَู†ّ ุงู„ู€ู€ุญَูŠุงุฉَ ุงู„ุทู€ู€ูŠَّุจَุฉ
⭕ َู„ุงَ ุชَู‚ْู€ู€ุชَุถِูŠ ูƒَุซْุฑَุฉ ุงู„ู€ู€ู…َุงู„ِ،
⭕ ูˆَู„ุงَ ูƒَู€ู€ุซْุฑَุฉَ ุงู„ุฃَูˆْู„ุงَุฏِ
⭕ ูˆَู„ุงَ ุงู„ู‚ُุตُู€ู€ูˆุฑِ ุงู„ู…ُุดَู€ู€ูŠَّุฏَุฉِ؛
ุจَู„ِ ุงู„ุทู€ู€ูŠَّุจَุฉُ ู…َู€ู€ุง ุทุงَุจَ ุนَู€ู€ูŠุดُ ุตَู€ู€ุงุญِุจِู‡َู€ู€ุง ูˆ َู„َู€ู€ูˆ ูƒَู€ู€ุงู† ุฃَูْู€ู€ู‚َุฑَ ุงู„ู†ّู€ู€ุงุณِ.
[ุดุฑุญ ุงู„ูƒุงููŠุฉ ุงู„ุดุงููŠุฉุฌ [ูขูฆูค/ูค]


๐ŸŽ™ Asy Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :



☝️ Ketahuilah bahwa kehidupan yang baik tidaklah mesti banyak harta, banyak anak, dan tidak pula dengan istana yang megah;

☝ akan tetapi kehidupan yang baik ialah kehidupan yang memberikan kebahagiaan pada kehidupan pemiliknya, meskipun dia adalah manusia yang paling miskin.

๐Ÿ“– Syarah Al-Kafiyah As-Syafiyah. (Jilid: 4 Hal: 264)

HILANGNYA BARAKAH

Abu Khuzaimah Al Andunisi

DIANTARA SEBAB YANG DAPAT MENGHILANGKAN KEBERKAHAN

1.  BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT

 ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู…ุง ุฃุตุงุจูƒู… ู…ู† ู…ุตูŠุจุฉ ูุจู…ุง ูƒุณุจุช ุฃูŠุฏูŠูƒู… ูˆ ูŠุนููˆ ุนู† ูƒุซูŠุฑ. ุงู„ุดูˆุฑู‰/ูฃู 
Allah ta'ala berfirman :
Dan kemaksiatan apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu. (As Syura : 30)

: ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ☑
ู„ู… ุชุฒู„ ุฃุนู…ุงู„ ุจู†ูŠ ุขุฏู… ูˆ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู… ู„ู„ุฑุณู„ ุชุญุฏุซ ู„ู‡ู… ู…ู† ุงู„ูุณุงุฏ ุงู„ุนุงู… ูˆ ุงู„ุฎุงุต ู…ุง ูŠุฌู„ุจ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุงู„ุขู„ุงู…، ูˆ ุงู„ุฃู…ุฑุงุถ، ูˆ ุงู„ุฃุณู‚ุงู…، ูˆ ุงู„ุทูˆุงุนูŠู†، ูˆ ุงู„ู‚ุญูˆุท، ูˆ ุงู„ุฌุฏูˆุจ، ูˆ ุณู„ุจ ุจุฑูƒุงุช ุงู„ุฃุฑุถ، ูˆ ุซู…ุงุฑู‡ุง، ูˆ ู†ุจุงุชู‡ุง، ูˆ ุณู„ุจ 
.ู…ู†ุงูุนู‡ุง، ุฃูˆ ู†ู‚ุตุงู†ู‡ุง ุฃู…ูˆุฑุง ู…ุชุชุงุจุนุฉ ูŠุชู„ูˆ ุจุนุถู‡ุง ุจุนุถุง
: ูˆ ู…ู† ุนู‚ูˆุจุงุช ุงู„ู…ุนุงุตูŠ : ุฃู†ู‡ุง ุชู…ุญู‚
ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู…ุฑ ๐Ÿ’ฅ
 ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุฑุฒู‚ ๐Ÿ’ฅ
 ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู„ู… ๐Ÿ’ฅ
 ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุนู…ู„ ๐Ÿ’ฅ
 ูˆ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุทุงุนุฉ ๐Ÿ’ฅ
๐Ÿ”ฅ ูˆ ุจุงู„ุฌู…ู„ุฉ ุฃู†ู‡ุง ุชู…ุญู‚ ุจุฑูƒุฉ ุงู„ุฏูŠู† ูˆ ุงู„ุฏู†ูŠุง، ูู„ุง ุชุฌุฏ ุฃู‚ู„ ุจุฑูƒุฉ ููŠ ุนู…ุฑู‡ 
.ูˆ ุฏูŠู†ู‡ ูˆ ุฏู†ูŠุงู‡ ู…ู…ู† ุนุตู‰ ุงู„ู„ู‡
.ูˆ ู…ุง ู…ุญู‚ุช ุงู„ุจุฑูƒุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ ุฅู„ุง ุจู…ุนุงุตูŠ ุงู„ุฎู„ู‚

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู„ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุฑู‰ ุขู…ู†ูˆุง ูˆ ุงุชู‚ูˆุง ู„ูุชุญู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุจุฑูƒุงุช ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ูˆ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆ ู„ูƒู† ูƒุฐุจูˆุง ูุฃุฎุฐู†ุงู‡ู… ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูƒุณุจูˆู†. ุงู„ุฃุนุฑุงู/ูฉูง

☑ Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
Perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan oleh bani adam dan tidak patuhnya mereka terhadap para rasul menyebabkan kerusakan yang merata dan spesifik yang akan mendatangkan berbagai macam :
๐Ÿ’ฅ Kesusahan
๐Ÿ’ฅ Penyakit
๐Ÿ’ฅ Rasa sakit
๐Ÿ’ฅ Penyakit tha'un
๐Ÿ’ฅ Musim paceklik yang berkepanjangan
๐Ÿ’ฅ Kantong susu ternak tidak berisi
๐Ÿ’ฅ Dan di angkatnya berbagai keberkahan di bumi, buah-buahannya, pepohonannya, serta dicabut kebaikannya atau dikurangi kemanfaatannya secara bergantian saling mengikiti satu sama lainnya. Diantara akibat dari maksiat yaitu : Bahwa maksiat akan menghilangkan keberkahan pada :
๐Ÿ”ฅ Rizki
๐Ÿ”ฅ Ilmu
๐Ÿ”ฅ Amalan
๐Ÿ”ฅ Ketaatan
Dengan kata lain dicabutnya keperkahan agama dan dunia, sehingga tidak didapati sedikitpun keberkahan pada umurnya, agamanya dan dunianya, dari orang yang bermaksiat kepada Allah.
๐Ÿ’ฌ Tidaklah keberkahan itu dicabut dari bumi melainkan karena sebab berbagai maksiat yang dilakukan oleh manusia yang berdosa.

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูˆ ู„ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ู‚ุฑู‰ ุขู…ู†ูˆุง ูˆ ุงุชู‚ูˆุง ู„ูุชุญู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุจุฑูƒุงุช ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ูˆ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆ ู„ูƒู† ูƒุฐุจูˆุง ูุฃุฎุฐู†ุงู‡ู… ุจู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ูŠูƒุณุจูˆู†. ุงู„ุฃุนุฑุงู/ูฉูง

Dan sekiranya penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. ( Al A'araf:96)
๐Ÿ“ Ath Tibu An Nabawi Hlm 275.

2. SANGAT RAKUS DAN BERNAFSU TERHADAP DUNIA

ุนู† ุญูƒูŠู… ุจู† ุญุฒุงู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ 
،ูˆ ุณู„ู… : ุฅู† ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุงู„ ุญู„ูˆุฉ ุฎุถุฑุฉ، ูู…ู† ุฃุฎุฐู‡ ุจุทูŠุจ ู†ูุณ ุจูˆุฑูƒ ู„ู‡ ููŠู‡ 
ูˆ ู…ู† ุฃุฎุฐู‡ ุจุฅุดุฑุงู ู†ูุณ ู„ู… ูŠุจุงุฑูƒ ู„ู‡ ููŠู‡، ูˆ ูƒุงู† ูƒุงู„ุฐูŠ ูŠุฃูƒู„ ูˆ ู„ุง ูŠุดุจุน، 
.ูˆ ุงู„ูŠุฏ ุงู„ุนู„ูŠุง ุฎูŠุฑ ู…ู† ุงู„ูŠุฏ ุงู„ุณูู„ู‰ 
  ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ููŠ ุงู„ูƒุจูŠุฑ/ูขูฃูฉูฃ، ุงุจู† ุญุจุงู†/ูฃูขูขู ، ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ/ูกูคูงูข ๐Ÿ“š
ู…ุณู„ู…/ูกูงูกูง

☑ Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
๐Ÿ’Ž Sesungguhnya harta ini manis dan hijau, Maka siapa yang mengambilnya dengan hati yang baik, niscaya dia akan mendapat keberkahannya.
๐Ÿ’Ž Namun, siapa yang mengambilnya dengan hati yang penuh serakah, maka dia tidak akan mendapat keberkahannya.
๐Ÿ’Ž Dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang.
๐Ÿ’Ž Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
๐Ÿ“š Diriwayatkan oleh Imam An Nasai fi Al Kabir/2393, Ibnu Hibban/3220, Al Bukhari/1472, Muslim/1717.

ู‚ุงู„ ุงุจู† ุญุฌุฑ: "ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ((ุฎุถุฑุฉ ุญู„ูˆุฉ)) ุดุจู‡ู‡ ☑ 
 ู„ู„ุฑุบุจุฉ ููŠู‡ ูˆุงู„ู…ูŠู„ ุฅู„ูŠู‡ ูˆุญุฑุต ุงู„ู†ููˆุณ ุนู„ูŠู‡ ุจุงู„ูุงูƒู‡ุฉ ุงู„ุฎุถุฑุงุก ุงู„ู…ุณุชู„ุฐุฉ 
ูุฅู† ุงู„ุฃุฎุถุฑ ู…ุฑุบูˆุจ ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ูุฑุงุฏู‡ ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ูŠุงุจุณ ูˆุงู„ุญู„ูˆ ู…ุฑุบูˆุจ 
.ููŠู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ูุฑุงุฏู‡ ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ู„ู„ุญุงู…ุถ ูุงู„ุฅุนุฌุงุจ ุจู‡ู…ุง ุฅุฐุง ุงุฌุชู…ุนุง ุฃุดุฏ

☑ Ibnu Hajar Al Atsqolani rahimahullah berkata : Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam : "Hijau nan Manis" yakni : diserupakan dengan HARTA,  karena senang terhadapnya, condong kepadanya dan jiwa sangat menginginkannya, sama halnya terhadap buah-buahan yang hijau nan lezat.
๐Ÿ’Ž Karena sesuatu yang hijau segar itu lebih disenangi daripada yang layu, dan yang manis itu lebih disukai daripada yang kecut.
๐Ÿ’Ž Maka rasa kagum terhadap keduanya (yang hijau dan yang manis) menjadi lebih dahsyat, apabila kedua sifat tersebut terkumpul (pada sesuatu).

 ูˆ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุฌู…ุฑุฉ ููŠ ุญุฏูŠุซ ุญูƒูŠู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ููˆุงุฆุฏ ู…ู†ู‡ุง ☑  
 ุฃู† ููŠู‡ ุถุฑุจ ุงู„ู…ุซุงู„ ู„ู…ุง ู„ุง ูŠุนู‚ู„ู‡ ุงู„ุณุงู…ุน ู…ู† ุงู„ุฃู…ุซู„ุฉ ู„ุฃู† ุงู„ุบุงู„ุจ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ
 .ู„ุง ูŠุนุฑู ุงู„ุจุฑูƒุฉ ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ุดูŠุก ุงู„ูƒุซูŠุฑ ูุจูŠู† ุจุงู„ู…ุซุงู„ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑ
ุฃู† ุงู„ุจุฑูƒุฉ ู‡ูŠ ุฎู„ู‚ ู…ู† ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุถุฑุจ ู„ู‡ู… ุงู„ู…ุซู„ ุจู…ุง ูŠุนู‡ุฏูˆู† ⭕
 ูุงู„ุขูƒู„ ุฅู†ู…ุง ูŠุฃูƒู„ ู„ูŠุดุจุน ูุฅุฐุง ุฃูƒู„ ูˆู„ู… ูŠุดุจุน ูƒุงู† ุนู†ุงุก ููŠ ุญู‚ู‡ ุจุบูŠุฑ ูุงุฆุฏุฉ
ูˆ ูƒุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุงู„ ู„ูŠุณุช ุงู„ูุงุฆุฏุฉ ููŠ ุนูŠู†ู‡ ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูŠ ู„ู…ุง ูŠุชุญุตู„ ุจู‡ ู…ู† ุงู„ู…ู†ุงูุน
.ูุฅุฐุง ูƒุซุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุฑุก ุจุบูŠุฑ ุชุญุตูŠู„ ู…ู†ูุนุฉ ูƒุงู† ูˆุฌูˆุฏู‡ ูƒุงู„ุนุฏู…

☑ Ibnu abi Jamrah rahimahullah berkata tentang hadit Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu : Di dalam hadits terdapat beberapa faidah diantaranya :
⭕ Sesungguhnya didalamnya terdapat beberapa contoh terhadap apa yang tidak difahami oleh pendengar, karena mayoritas manusia tidak mengetahui adanya keberkahan kecuali pada sesuatu yang banyak, maka dijelaskan dengan contoh diatas.
⭕ Sesunggunya keberkahan itu adalah salah satu ciptaan Allah ta'ala. dan contoh yang diberikan kepada mereka adalah contoh yang dapat mereka fahami.
⭕ Orang yang makan sejatinya ketika dia makan tujuannya supaya dia kenyang. Apabila seseorang makan dan tidak pernah merasa kenyang, maka menyusahkan dirinya tanpa adanya kemanfaatan.
⭕ Dan demikian juga harta tidak bisa memberikan kemanfaatan dengan sendirinya. Hanya saja harta akan bermanfaat apabila dipergunakan pada perkara yang akan memberikan manfaat. Maka apabila seseorang memiliki harta yang banyak akan tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, maka adanya (harta) seperti tidak ada.
๐Ÿ“ Fathul Bari Jilid 3 Hal. 336 - 337

๐Ÿ”ธ Goresan Pena Penuntut Ilmu๐Ÿ”ธ
๐Ÿ“ Abu Khuzaimah Al Atsari