Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan,
๏บ๏ป๏บ๏บฎ ๏บ๏ปท๏ปญ๏ปป๏บฉ ๏บ๏ปง๏ปค๏บ ๏บ๏บ๏บ ๏ป๏บด๏บ๏บฉ๏ปซ๏ปข ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป๏บ๏ป ๏บ๏ปต๏บ๏บ๏บ, ๏ปญ๏บ๏ปซ๏ปค๏บ๏ป๏ปฌ๏ปข, ๏ปญ ๏บ๏บฎ๏ป ๏บ๏ป๏ป ๏ปด๏ปค๏ปฌ๏ปข ๏ป๏บฎ๏บ๏บ๏บพ ๏บ๏ป๏บช๏ปณ๏ปฆ ๏ปญ๏บณ๏ปจ๏ปจ๏ปช, ๏ป๏ป๏บ๏ป๏ปฎ๏ปซ๏ปข ๏บป๏ป๏บ๏บญ๏บ
“Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena orangtua mereka, mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunnah-sunnahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.” [Tuhfatul Maulud hal. 387]
Pembatal-pembatal wudhu adalah hal-hal yang membatalkan wudhu dan merusaknya. Pembatal wudhu ada enam:
1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan.
Yakni jalan keluar:
a). Air seni
b). Tinja
Dan yang keluar ini bisa berupa air seni, tinja, mani, madzi, darah istihadhah, angin sedikit atau banyak.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala,
ุฃَْู ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู ُِّููู ู َِّู ุงْูุบَุงุฆِุทِ
"Atau salah seorang dari kalian kembali dari tempat buang air." (QS. Al-Maidah: 6)
Dan sabda Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ,
ูุง ููุจู ุงููู ุตูุงุฉ ุฃุญุฏูู ุฅุฐุง ุฃุญุฏุซ ุญุชู ูุชูุถุฃ
"Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian apabila dia berhadats sampai dia berwudhu."
Hadits ini telah disebutkan sebelumnya.
Dan sabda Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ,
ูููู ู ู ุบุงุฆุท ูุจูู ูููู
"Akan tetapi karena buang air besar, kencing, dan tidur." (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dan At-Tirmidzi)
Dan sabda Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู tentang orang yang ragu, apakah keluar angin atau tidak,
ููุง ููุตุฑู ุญุชู ูุณู ุน ุตูุชุง ุฃู ูุฌุฏ ุฑูุญุง
"Maka jangan berpaling (membatalkan shalat) sampai dia mendengar suara atau mencium bau (kentut)."(HR. Muttafaqun 'alaih)
2. KELUARNYA NAJIS DARI BAGIAN TUBUH YANG LAIN.
Jika yang keluar adalah kencing atau tinja, maka ini membatalkan wudhu secara mutlak, karena keduanya termasuk dalam dalil-dalil di atas.
Jika yang keluar selain dari keduanya, seperti darah, dan muntah, dan yang keluar itu KOTOR MENJIJIKAN dan BANYAK, maka yang lebih UTAMA adalah berwudhu karenanya, demi mengamalkan kehati-hatian.
Jika SEDIKIT, maka tidak perlu berwudhu berdasarkan kesepakatan ulama.
3. HILANG AKAL ATAU TERTUTUP AKAL KARENA PINGSAN ATAU TIDUR
Berdasarkan sabda Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ,
ูููู ู ู ุบุงุฆุท ูุจูู ูููู
"Akan tetapi karena buang air besar, kencing, dan tidur."
Dan sabda beliau ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ,
ุงูุนูู ููุงุน ุงูุณู، ูู ู ูุงู ูููุชูุถุฃ
"Mata adalah pengikat dubur, maka barang siapa tidur, hendaklah dia berwudhu." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Adapun gila, pingsan, mabuk, dan semisalnya, maka ia membatalkan wudhu sesuai kesepakatan ijma.
Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur NYENYAK/PULAS, di mana orang yang tidur tidak mengetahui sama sekali bagaimana posisi tidurnya.
Adapun tidur ringan (tidak nyenyak) maka ini TIDAK membatalkan wudhu, sebab para sahabat ุฑุถู ุงููู ุนููู juga tertimpa kantuk ketika mereka menunggu shalat, lalu mereka berdiri shalat tanpa berwudhu. (HR. Shahih Muslim).
4. MENYENTUH KEMALUAN MANUSIA TANPA PENGHALANG
Dalilnya adalah hadits Busrah bintu Shafwan ุฑุถู ุงููู ุนูู bahwasanya Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda,
ู ู ู ุณ ูุฑุฌู ูููุชูุถุฃ
"Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah berwudhu"
5. MAKAN DAGING UNTA
Dalilnya adalah hadits Jabir bin Samurah bahwasanya ada orang yang bertanya kepada Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging kambing? Beliau menjawab,
ุฅู ุดุฆุช ุชูุถุฃ، ู ุฅู ุดุฆุช ูุง ุชุชูุถุฃ
"Jika kamu mau, berwudhulah. Jika kamu mau pula, tidak perlu berwudhu lagi".
Ia bertanya lagi, "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta? Beliau menjawab,
ูุนู ، ุชูุถุฃ ู ู ูุญูู ุงูุฅุจู
"Ya, Berwudhulah karena makan daging unta
6. MURTAD
Dalilnya adalah firman Allah ุชุนุงูู،
ู ู ู ูููุฑ ุจุงูุฅูู ุงู ููุฏ ุญุจุท ุนู ูู
"Barang siapa kafir sesudah beriman, hapuslah amalannya"
Segala sesuatu yang menyebabkan mandi juga mengharuskan wudhu kecuali kematian.
KAJIAN KITAB
AL-FIQHU AL-MUYASSAR
KAJIAN ISLAM ILMIYAH KAB. KUNINGAN JAWA BARAT
TEMA : KAJIAN KITAB ADAB-ADAB BERJALAN MENUJU SHALAT
PEMBICARA : USTADZ ABU KHUZAIMAH ZULFIKAR hafidzahullah
WAKTU : IN SYA ALLAH HARI AHAD PEKAN KE 2
TEMPAT : MASJID AL IKHLAS PERUM BUNGA LESTARI KUNINGAN
CARA MEMURNIKAN NIAT DALAM MENCARI ILMU

๐ Pertama : kamu meniatkannya sebagai bentuk penunaian perintah Allah, karena Allah -Subhanahu wa ta’ala- memerintahkan hal itu.
“Ketauhilah bahwasannya tiada Ilah kecuali Allah, dan mohonlah ampun astas dosa-dosamu.”
Allah telah menganjurkan untuk mencari ilmu, dan jika Allah menganjurkan terhadap sesuatu, maka sesuatu itu pasti dicintai dan diridhai serta diperintahkan-Nya.
๐ Kedua : kamu niatkan untuk menjaga syariat Allah, karena menjaga syariat Allah akan terlaksana dengan mempelajarinya, menghafalnya di dalam hati, demikian pula dengan menulis buku-buku mengenainya.
๐ Ketiga : kamu niatkan untuk membela syariat. Karena, jika tidak ada kelompok ulama, niscaya syariat tidak akan terjaga dan tidak memiliki pembela. Karena itulah, kita bisa melihat Ibnu Taimiyyah dan ulama-ulama lain mereka memperoleh kedudukan yang mulia, karena mereka gigih berperang melwan ahli bid’ah dan menjelaskan kebatilan-kebatilan mereka.
๐ Keempat : kamu niatkan untuk mengikuti syariat Nabi Muhammad -Shalallahu’alaihi wa sallam- karena kamu tidak mungkin mengikuti syariatnya tanpa mengetahui syariat ini.
๐ Al-Allamah Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, Syarah Hilyah Thalibil Ilmi
KEADAAN SEORANG MUKMIN YANG SEBENARNYA

๐ Berbagai dosa masa lalu yang ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat dengan dosa-dosa itu.
๐ Ajalnya yang menanti sementara ia tidak tahu kebinasaan apa yang akan menimpanya saat ajal tiba.
AGAMA TIDAK BERDASARKAN AKAL ATAU PERASAAN

AGAMA TIDAK BERDASARKAN AKAL ATAU PERASAAN
✍๐ผ Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rahimahullah berkata:
๐ผ Silsilah al-Huda wan Nur, no. 520

Barangsiapa fanatik kepada penduduk negerinya atau madzhabnya atau metodenya atau kerabatnya atau kepada teman-temannya selain mereka, maka padanya terdapat salah satu cabang jahiliah.
Majmu’al-fatawa (28/422)

Dan kemaksiatan apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu. (As Syura : 30)
ูุงู ุงููู ุชุนุงูู : ู ูู ุฃูู ุงููุฑู ุขู ููุง ู ุงุชููุง ููุชุญูุง ุนูููู ุจุฑูุงุช ู ู ุงูุณู ุงุก ู ุงูุฃุฑุถ ู ููู ูุฐุจูุง ูุฃุฎุฐูุงูู ุจู ุง ูุงููุง ููุณุจูู. ุงูุฃุนุฑุงู/ูฉูง
Perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan oleh bani adam dan tidak patuhnya mereka terhadap para rasul menyebabkan kerusakan yang merata dan spesifik yang akan mendatangkan berbagai macam :
๐ฅ Kesusahan
๐ฅ Penyakit
๐ฅ Rasa sakit
๐ฅ Penyakit tha’un
๐ฅ Musim paceklik yang berkepanjangan
๐ฅ Kantong susu ternak tidak berisi
๐ฅ Dan di angkatnya berbagai keberkahan di bumi, buah-buahannya, pepohonannya, serta dicabut kebaikannya atau dikurangi kemanfaatannya secara bergantian saling mengikiti satu sama lainnya. Diantara akibat dari maksiat yaitu : Bahwa maksiat akan menghilangkan keberkahan pada :
๐ฅ Rizki
๐ฅ Ilmu
๐ฅ Amalan
๐ฅ Ketaatan
Dengan kata lain dicabutnya keperkahan agama dan dunia, sehingga tidak didapati sedikitpun keberkahan pada umurnya, agamanya dan dunianya, dari orang yang bermaksiat kepada Allah.
๐ฌ Tidaklah keberkahan itu dicabut dari bumi melainkan karena sebab berbagai maksiat yang dilakukan oleh manusia yang berdosa.
๐ Ath Tibu An Nabawi Hlm 275 ( Ath Tibu An Nabawi Hlm 275.)
2. SANGAT RAKUS DAN BERNAFSU TERHADAP DUNIA
๐ Sesungguhnya harta ini manis dan hijau, Maka siapa yang mengambilnya dengan hati yang baik, niscaya dia akan mendapat keberkahannya.
๐ Namun, siapa yang mengambilnya dengan hati yang penuh serakah, maka dia tidak akan mendapat keberkahannya.
๐ Dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang.
๐ Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
๐ Diriwayatkan oleh Imam An Nasai fi Al Kabir/2393, Ibnu Hibban/3220, Al Bukhari/1472, Muslim/1717.
๐ Karena sesuatu yang hijau segar itu lebih disenangi daripada yang layu, dan yang manis itu lebih disukai daripada yang kecut.
๐ Maka rasa kagum terhadap keduanya (yang hijau dan yang manis) menjadi lebih dahsyat, apabila kedua sifat tersebut terkumpul (pada sesuatu).
⭕ Sesungguhnya didalamnya terdapat beberapa contoh terhadap apa yang tidak difahami oleh pendengar, karena mayoritas manusia tidak mengetahui adanya keberkahan kecuali pada sesuatu yang banyak, maka dijelaskan dengan contoh diatas.
⭕ Sesunggunya keberkahan itu adalah salah satu ciptaan Allah ta’ala. dan contoh yang diberikan kepada mereka adalah contoh yang dapat mereka fahami.
⭕ Orang yang makan sejatinya ketika dia makan tujuannya supaya dia kenyang. Apabila seseorang makan dan tidak pernah merasa kenyang, maka menyusahkan dirinya tanpa adanya kemanfaatan.
⭕ Dan demikian juga harta tidak bisa memberikan kemanfaatan dengan sendirinya. Hanya saja harta akan bermanfaat apabila dipergunakan pada perkara yang akan memberikan manfaat. Maka apabila seseorang memiliki harta yang banyak akan tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, maka adanya (harta) seperti tidak ada.
๐ Fathul Bari Jilid 3 Hal. 336 – 337
๐ธ Goresan Pena Penuntut Ilmu๐ธ
๐ Abu Khuzaimah Al Atsari
๐ َูููุงَู ุงูุดَّูููุฎُ ุงูุนّูุงู ููุฉ
ู ุญู ّّุฏ ุจُِู ุตِุงِููุญ ุงูุนُุซูู ูู ุฑุญِู ُู ุงููู :
⭕ َูุงَ ุชَْูููุชَุถِู َูุซْุฑَุฉ ุงูููู َุงِู،
⭕ َููุงَ َูููุซْุฑَุฉَ ุงูุฃَْููุงَุฏِ
⭕ َููุงَ ุงُููุตُูููุฑِ ุงูู ُุดََّูููุฏَุฉِ؛
ุจَِู ุงูุทَّูููุจَุฉُ ู َููุง ุทุงَุจَ ุนَูููุดُ ุตَููุงุญِุจَِูููุง ู ََูููู َูููุงู ุฃََْููููุฑَ ุงّููููุงุณِ.
๐ Asy Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata :
1. BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
☑ Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
Perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan oleh bani adam dan tidak patuhnya mereka terhadap para rasul menyebabkan kerusakan yang merata dan spesifik yang akan mendatangkan berbagai macam :
๐ฅ Kesusahan
๐ฅ Penyakit
๐ฅ Rasa sakit
๐ฅ Penyakit tha'un
๐ฅ Musim paceklik yang berkepanjangan
๐ฅ Kantong susu ternak tidak berisi
๐ฅ Dan di angkatnya berbagai keberkahan di bumi, buah-buahannya, pepohonannya, serta dicabut kebaikannya atau dikurangi kemanfaatannya secara bergantian saling mengikiti satu sama lainnya. Diantara akibat dari maksiat yaitu : Bahwa maksiat akan menghilangkan keberkahan pada :
๐ฅ Rizki
๐ฅ Ilmu
๐ฅ Amalan
๐ฅ Ketaatan
Dengan kata lain dicabutnya keperkahan agama dan dunia, sehingga tidak didapati sedikitpun keberkahan pada umurnya, agamanya dan dunianya, dari orang yang bermaksiat kepada Allah.
๐ฌ Tidaklah keberkahan itu dicabut dari bumi melainkan karena sebab berbagai maksiat yang dilakukan oleh manusia yang berdosa.
Dan sekiranya penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. ( Al A'araf:96)
๐ Ath Tibu An Nabawi Hlm 275.
2. SANGAT RAKUS DAN BERNAFSU TERHADAP DUNIA
☑ Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu berkata : Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
๐ Sesungguhnya harta ini manis dan hijau, Maka siapa yang mengambilnya dengan hati yang baik, niscaya dia akan mendapat keberkahannya.
๐ Namun, siapa yang mengambilnya dengan hati yang penuh serakah, maka dia tidak akan mendapat keberkahannya.
๐ Dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang.
๐ Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
๐ Diriwayatkan oleh Imam An Nasai fi Al Kabir/2393, Ibnu Hibban/3220, Al Bukhari/1472, Muslim/1717.
☑ Ibnu Hajar Al Atsqolani rahimahullah berkata : Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam : "Hijau nan Manis" yakni : diserupakan dengan HARTA, karena senang terhadapnya, condong kepadanya dan jiwa sangat menginginkannya, sama halnya terhadap buah-buahan yang hijau nan lezat.
๐ Karena sesuatu yang hijau segar itu lebih disenangi daripada yang layu, dan yang manis itu lebih disukai daripada yang kecut.
๐ Maka rasa kagum terhadap keduanya (yang hijau dan yang manis) menjadi lebih dahsyat, apabila kedua sifat tersebut terkumpul (pada sesuatu).
☑ Ibnu abi Jamrah rahimahullah berkata tentang hadit Hakim bin Hizam radhiyallahu 'anhu : Di dalam hadits terdapat beberapa faidah diantaranya :
⭕ Sesungguhnya didalamnya terdapat beberapa contoh terhadap apa yang tidak difahami oleh pendengar, karena mayoritas manusia tidak mengetahui adanya keberkahan kecuali pada sesuatu yang banyak, maka dijelaskan dengan contoh diatas.
⭕ Sesunggunya keberkahan itu adalah salah satu ciptaan Allah ta'ala. dan contoh yang diberikan kepada mereka adalah contoh yang dapat mereka fahami.
⭕ Orang yang makan sejatinya ketika dia makan tujuannya supaya dia kenyang. Apabila seseorang makan dan tidak pernah merasa kenyang, maka menyusahkan dirinya tanpa adanya kemanfaatan.
⭕ Dan demikian juga harta tidak bisa memberikan kemanfaatan dengan sendirinya. Hanya saja harta akan bermanfaat apabila dipergunakan pada perkara yang akan memberikan manfaat. Maka apabila seseorang memiliki harta yang banyak akan tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, maka adanya (harta) seperti tidak ada.
๐ Fathul Bari Jilid 3 Hal. 336 - 337
๐ธ Goresan Pena Penuntut Ilmu๐ธ
๐ Abu Khuzaimah Al Atsari


